Minggu, 17 Juli 2011

Satuan Karya Pramuka Kencana


Satuan Karya Pramuka Kencana
adalah wadah kegiatan dan
pendidikan untuk meningkatkan
pengetahuan keterampilan
praktis dan bakti masyarakat,
dalam bidang Keluarga
Berencana, Keluarga Sejahtera
dan Pengembangan
Kependudukan.
Pembinaan Saka Kencana berada
di bawah Gerakan Pramuka yang
bekerjasama dengan Badan
Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN).
Saka Kencana meliputi 4 krida,
yaitu :
1. Krida Bina Keluarga Berencana
dan Kesehatan Reproduksi (KB
dan KR)
2. Krida Bina Keluarga Sejahtera
dan Pemberdayaan Keluarga
(KS dan PK)
3. Krida Advokasi dan Komunikasi
Informasi Edukasi (Advokasi
dan KIE)
4. Krida Bina Peran Serta
Masyarakat (PSM).

Saka wira kartika

ImageKodam IV/ Diponegoro dan Kwartir Daerah Jawa Tengah telah melakukan langkah cepat dalam upaya mewujudkan Saka Wira Kartika di Jawa Tengah. Berdasarkan Peraturan bersama Kasad dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan serta Sprint Kasad dan SK Kwarda Jateng, maka secara resmi Pimpinan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika Jawa Tengah dikukuhkan.
ImagePara Pimpinan Saka yang berupaya dan kerkewajiban merintis berdirinya Saka di Jawa Tengah itu, telah memperkenalkan bendera Satuan Karya Wira Kartika dengan warna dasar hijau tua, seperti tampak pada gambar, juga badge Saka maupun Tanda Jabatan.
Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
1. Krida Survival
2. Krida Pioneer
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Bintal Juang
ImageTiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.
Sudah barang tentu, di wilayah lainnya akan segera menyusul pembentukan Saka Wira Kartika. Generasi ini membutuhkan pendidikan dan latihan dalam upaya menghadapi tantangan ke depan, berpacu dengan kemajuan jaman dan tehnologi yang ternyata juga memiliki dampak dan pengaruh negatif yang sama cepatnya. Wassalam.

Saka Tarunabumi


Satuan Karya Pramuka (Saka)
Tarunabumi adalah wadah bagi
para Pramuka untuk
meningkatkan dan
mengembangkan
kepemimpinan, pengetahuan,
pengalaman, keterampilan dan
kecakapan para anggotanya,
sehingga mereka dapat
melaksanakan kegiatan nyata
dan produktif serta bermanfaat
dalam mendukung kegiatan
pembangunan pertanian.
Tujuan dibentuknya Saka
Tarunabumi adalah untuk
mewujudkan kader penerus
perjuangan bangsa dan
pembangunan nasional di
bidang pertanian dengan
menyediakan wadah pendidikan
luar sekolah di bidang pertanian
kepada para Pramuka terutama
Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega serta kepada pemuda
calon anggota Pramuka dan para
peminat yang memenuhi
persayaratan.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan
di gugusdepan dan satuan karya
Pramuka disesuaikan dengan
usia dan kemampuan jasmani
dan rohani peserta didik.
Kegiatan pendidikan tersebut
dilaksanakan sedapat-dapatnya
dengan praktek berupa kegiatan
nyata yang memberi kesempatan
peserta didik untuk menerapkan
sendiri pengetahuan dan
kecakapannya dengan
menggunakan perlengkapan
yang sesuai dengan
keperluannya.
Anggota Saka Tarunabumi
adalah :
Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega
Pamong Saka, Instruktur Saka,
Pimpinan Saka dan Mabi Saka
Pemuda calon anggota Gerakan
Pramuka yang berusia 16-25
tahun.
Syarat menjadi Anggota Saka
Tarunabumi :
Menyatakan keinginan untuk
menjadi anggota Saka
Tarunabumi secara suka rela
Bagi Pemuda yang belum
menjadi anggota Gerakan
Pramuka harus dengan
sepengetahuan orang tua/
walinya, dan bersedia menjadi
anggota Gugusdepan Pramuka
terdekat.
Bagi Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega berusia 16-25
tahun diharapkan menyerahkan
izin tertulis dari Pembina Satuan
dan Pembina Gugusdepan dan
tetap menjadi anggota
Gugusdepan.
Bagi Pamong Saka mendapat
persetujuan dari Pembina
Gugusdepan dan telah mengikuti
sedikitnya Kursus Pembina
Pramuka Mahir Tingkat Dasar
Bagi Instruktur Saka, memiliki
pengetahuan, keterampilan dan
kecakapan di bidang Pertanian
serta bersedia memberikan
ilmunya kepada anggota Saka.
Sehat jasmani dan rohani serta
dengan suka rela sanggup
mentaati segala ketentuan yang
berlaku di dalam Saka
Tarunabumi.
Pamong Saka dan Instruktur
Saka tetap diangkat dan dilantik
oleh Ketua Kwartir Ranting atau
Ketua Kwartir cabang yang
bersangkutan dengan
mengucapkan Tri Satya dan
menandatangani Ikrar.
Bagi Pimpinan Saka dan Mabi
Saka, bersedia memberikan
bantuan yang bersifat moril,
organisatoris, materiil dan
finansiil kepada Saka serta
sekurang-kurangnya telah
mengikuti Kursus Orientasi
Kepramukaan.
Pimpinan Saka dan Mabi Saka
diangkat dan dilantik oleh Ketua
Kwartir yang bersangkutan
dengan mengucapkan Tri Satya
dan menandatangani Ikrar.
Saka Tarunabumi meliputi 5
(lima) krida, yaitu :
1. Krida Pertanian dan Tanaman
Pangan
2. Krida Pertanian Tanaman
Perkebunan
3. Krida Perikanan
4. Krida Peternakan
5. Krida Pertanian Tanaman
Holtikultura.
Krida Pertanian Tanaman
Pangan, terdiri atas 6 (enam)
SKK :
1. SKK Petani Padi
2. SKK Petani Jagung
3. SKK Petani Kacang Kedelai
4. SKK Petani kacang Tanah
5. SKK Petani Ubi Kayu
6. SKK Petani Ubi Jalar.
Krida Pertanian Tanaman
Perkebunan, terdiri atas 11
(sebelas) SKK :
1. SKK Petani Cengkeh
2. SKK Petani Kelapa
3. SKK Petani Karet
4. SKK Petani Obat-obatan
5. SKK Petani Kopi
6. SKK Petani Panili
7. SKK Petani Coklat
8. SKK Petani Lada
9. SKK Petani Kapas
10. Petani Tembakau
11. SKK Petani Tebu.
Krida Perikanan, mempunyai 9
(sembilan) SKK :
1. SKK Petani Ikan Nila
2. SKK Petani Ikan Mas
3. SKK Petani Ikan Gurami
4. SKK Petani Ikan Lele
5. SKK Petani Katak
6. SKK Petani Belut
7. SKK Petani Bandeng
8. SKK Petani Udang
9. SKK Petani Ikan Hias.
Krida Peternakan, mempunyai 12
(duabelas) SKK :
1. SKK Peternak Kerbau
2. SKK Peternak Sapi
3. SKK Peternak Kuda
4. SKK Peternak Sapi Perah
5. SKK Peternak Kambing
6. SKK Peternak Babi
7. SKK Peternak Puyuh
8. SKK Peternak Kelinci
9. SKK Peternak Ayam
10. SKK Peternak Itik
11. SKK Peternak Lebah
12. SKK Peternak Merpati.
Krida Pertanian Tanaman
Holtikultura, mempunyai 32 (tiga
puluh dua) SKK :
1. SKK Petani Rambutan
2. SKK Petani Pisang
3. SKK Petani Mangga
4. SKK Petani Nanas
5. SKK Petani Durian
6. SKK Petani Semangka
7. SKK Petani Apel
8. SKK Petani Salak
9. SKK Petani Pepaya
10. SKK Petani Jeruk
11. SKK Petani Anggur
12. SKK Petani Jambu
13. SKK Petani Duku
14. SKK Petani Alpokat
15. SKK Petani Tomat
16. SKK Petani Cabe
17. SKK Petani Bayam
18. SKK Petani Kangkung
19. SKK Petani Kacang Panjang
20. SKK Petani Kubis
21. SKK Petani Sawi
22. SKK Petani Wortel
23. SKK Petani Suplir
24. SKK Petani Palma
25. SKK Petani Cemara
26. SKK Petani Anggrek
27. SKK Petani Mawar
28. SKK Petani Melati
29. SKK Petani Kaktus
30. SKK Petani Seledri
31. SKK Petani Bonsai
32. SKK Petani Bawang Putih/Merah.
Sasaran kegiatan Saka
Tarunabumi adalah agar para
Pramuka Saka tarunabumi:
1. Memiliki rasa cinta akan alam
pertanian dan rasa
tanggungjawab akan
kelangsungan jalannya
pembangunan nasional.
2. Memiliki tambahan pengetahuan,
pengalaman kecakapan dan
keterampilan di bidang
pembangunan pertanian serta
sikap yang tanggap akan
perubahan-perubahan yang
selalu terjadi dalam proses
kegiatan pembangunan
pertanian.
3. Mampu menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan Saka
Tarunabumi secara positip,
berdayaguna dan berhasilguna,
sesuai dengan bakat dan
minatnya di bidang pertanian,
sehingga berguna bagi
pribadinya, keluarganya,
masyarakat bangsa dan negara.
4. Mampu menyebarluaskan
pengetahuan, pengalaman,
kecakapan dan keterampilannya,
yang didapat dalam kegiatan
Saka kepada anggota Gerakan
Pramuka di Gugusdepan masing-
masing serta kepada pemuda
lainnya yang berada di sekitar
tempat tinggalnya.

Satuan Karya Pramuka Dirgantara


Satuan Karya Pramuka Dirgantara
adalah wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan praktis di bidang
kedirgantaraan guna
menumbuhkan kesadaran untuk
membaktikan dirinya dalam
pembangunan nasional. Ialah
Satuan Karya yang membidangi
bidang kedirgantaraan,
umumnya saka ini hanya berada
di wilayah yang memiliki potensi
kedirgantaraan atau memiliki
landasan udara.
Pelatihan Pramuka Saka
Dirgantara umumnya
memperbantukan para
profesional di bidang
kedirgantaraan, TNI AU pihak
perusahaan penerbangan dan
klub aeromodelling. Pelatihan
biasanya diadakan di sebuah
Pangkalan Udara tertentu.
Saka Dirgantara meliputi 3 krida,
yaitu:
1. Krida Olahraga Dirgantara
(ORGIDA)
2. Krida Pengetahuan Dirgantara
3. Krida Jasa Kedirgantaraan
Krida Olah Raga Dirgantara
mempunyai 5 SKK, yaitu:
1. Terbang Bermotor
2. Terbang Layang
3. Aeromodelling
4. Terjun Payung
5. Layang Gantung
Krida Pengetahuan Dirgantara
mempunyai 5 SKK, yaitu:
1. Aerodinamika
2. Pengaturan Lalu Lintas Udara
(PLLU)
3. Meteorologi
4. Fasilitas Penerbangan
5. Navigasi Udara
Krida Jasa Dirgantara mempunyai
4 SKK, yaitu:
1. Teknik Mesin Pesawat
2. Komunikasi
3. Aerial Search And rescue
4. Struktur Pesawat

Saka bakti husada


SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI
HUSADA (SAKA BAKTI HUSADA)
Satuan Karya Pramuka Bakti Husada disingkat Saka Bakti
Husada adalah wadah
pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan,
penambahan pengalaman dan
pemberian kesempatan untuk
membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Saka Bakti Husada
diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya
Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka.
Dan kemudian
dicanangkan oleh
Menkes R I pada
tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di
Magelang.
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader
pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan
norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan
masyarakat di lingkunganya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan
di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan
usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik.
Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya
dengan praktek berupa kegiatan
nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan
sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan
keperluannya.
Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti
Husada adalah :
1 . Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2 . Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan
syarat khusus
3 . Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
4 . Pamong Sakadan Instruktur tetap.
Saka Bakti Husada meliputi 6(enam) krida, yaitu :
1 . Krida Bina Lingkungan Sehat
2 . Krida Bina keluarga
Sehat
3 . Krida Penanggulangan
Penyakit
4 . Krida Bina Gizi
5 . Krida Bina Obat
6 . Krida Perilaku Hidup Bersih dan Se h at (PHBS)
Krida Bina Lingkungan Sehat,
terdiri atas 5 (lima) SKK :
1 . SKK Penyehatan Perumahan
2 . SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
3 . SKK Pengamanan Pestisida
4 . SKK Pengawasan
Kualitas Air
5 . SKK Penyehatan Air
Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri
atas 6 (enam) SKK :
1 . SKK Kesehatan Ibu
2 . SKK Kesehatan Anak
3 . SKK Kesehatan Remaja
4 . SKK Kesehatan Usia Lanjut
5 . SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
6 . SKK
Kesehatan Jiwa
Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK :
1 . SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
2 . SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
3 . SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
4 . SKK Penanggulan gan Penyakit Diare
5 . SKK Penanggulangan Penyakit TB Paru
6 . SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
7 . SKK Imunisasi
8 . SKK Gawat Darurat
9 . SKK HIV/AIDS
Krida Bina Gizi, mempunyai 5
(lima) SKK :
1 . SKK Perencanaan
2 . SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
3 . SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
4 . SKK Penyuluh Gizi
5 . SKK Mengenal Keadaan Gizi
Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima)
SKK :
1 . SKK Pemahaman Obat
2 . SKK Taman Obat Keluarga
3 . SKK Pencegahandan Penanggulangan Penyalah gunaan Zat Adiktif
4 . SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
5 . SKK Pembinaan Kosmetik
Krida Bina PHBS, meliputi 5 ( lima ) SKK :
1 . SKK Bina PHBS di Rumah
2 . SKK Bina PHBS di Sekolah
3 . SKK Bina PHBS di
Tempat umum
4 . SKK Bina PHBS

Saka Bahari

SAKA BAHARI

Satuan Karya Bahari

SATUAN KARYA PRAMUKA BAHARI
(SAKA BAHARI)
Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam.
Tujuan dibentuknya Saka Bahari adalah untuk membina dan mengembangkan anggota Gerakan Pramuka agar :
Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kariernya di masa mendatang.
Memiliki rasa cinta kepada laut dan perairan dalam berikut seluruh isinya pada khusunya dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia pada umumnya.
Memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian.
Mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Anggota Saka Bahari adalah :
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Pramuka Penggalang Terap.
Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khusus
Syarat menjadi Anggota Saka Bahari :
Mendapat izin dari orang tua/wali dan pembina Gugusdepan
Berusia antara 14-25 tahun
Sehat jasmani dan rokhani
Berminat dan bersedia untuk berberan aktif dalam segala kegiatan Saka Bahari
Saka Bahari meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
Krida Sumberdaya Bahari
Krida Jasa Bahari
Krida Wisata Bahari
Krida Reksa Bahari
Krida Sumberdaya Bahari, terdiri atas 6 (enam) SKK :
SKK Penangkapan Ikan
SKK Alat Penangkap Ikan
SKK Budidaya Laut
SKK Pengolahan Hasil laut
SKK Budidaya Air Payau/Tambak
SKK Pertambangan Mineral.
Krida Jasa Bahari, terdiri atas 9 (sembilan) SKK :
SKK Listrik
SKK Mesin
SKK Pengecatan
SKK Elektronika
SKK Pengelas
SKK Perencana Kapal
SKK Perahu Motor
SKK Pelaut
SKK Operator Alat Bongkar Muat.
Krida Wisata Bahari, mempunyai 8 (delapan) SKK :
SKK Renang
SKK Layar
SKK Selam
SKK Dayung
SKK Ski Air
SKK Pemandu Wisata Laut
SKK Selancar Angin
SKK Penyelamatan di Pantai.
Krida Reksa Bahari, mempunyai 7 (tujuh) SKK :
SKK Navigasi
SKK Telekomunikasi
SKK Isyarat Bendera
SKK Isyarat Optik
SKK Pelestarian Sumberdaya Laut
SKK Pengemudi Sekoci
SKK SAR di Laut.
Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bahari adalah :
Mampu dan dapat memanfaatkan segala pengetahuan, pengalaman dan kecakapannya untuk ikut berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Nasional, khususnya di bidang kebaharian.
Merasa ikut bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kebaharian.

Sejarah Saka bhayangkara


Awalnya saka bhayangkara berasal dari bahasa sansekerta yang berarti penolong / pelindung.
Pada zaman dahulu / kerajan, saka bhayangkara mempunyai arti pelindung / pengawal para Raja – raja. Pada zaman kerajaan majapahit yang dimaksud pelindung / pengawal Raja – raja.pada zaman itu @ patih gajah mada.
Saka bhyangkara sendiri mempunyai arti pelindung / pengawal penjaga NKRI.
Apa yang dimaksud saka bhayangkara ?
o Saka bhyangkara @ suatu wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan ketrampilan, penambaan pengalaman & pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakatdalam bidang kebhayangkaraan.
o Apa tujuan dibentuknya saka bhayangkara ?
o Untuk mewujudkan kader penbangunan dibidang kebhayangkaraan untuk membantu melembagakan norma hidup disiplin bagi semua anggota gerakan pramuka & masyarakat dilingkungannya.
o Visi / misi sasaran bhayangkara
· Memiliki tambahan pengetahuan kebhayangkaraan.
· Memiliki sikap hidup tertib & disiplin, serta mengerti peraturan hokum yang berlaku.
· Mampu melaksanakan bakti kepada masyarakat dibidang kebhayangkaraan.